Minggu, 20 Desember 2009

Tragedi Bandung....

Hal pertama yang ada di kepala saya ketika mendengar kejadian meninggalnya 10 penonton dalam sebuah konser underground di Bandung adalah "oh tidak, pupus sudah alasan terkuat kita untuk meng-counter pendapat mayoritas kalau konser rock identik dengan kerusuhan...."

Dan ini cukup buruk, mengingat selama ini di Indo kasus-kasus kematian di sebuah konser rata-rata terjadi pada pagelaran konser band-band 'pop mainstream' [Sheila on 7, Ungu] yang notabene mengusung musik mendayu dan minim oktan provokatif pemberontakan. Tapi sekarang opini sudah berubah, seperti pepatah 'karena nila setitik rusak susu sebelanga' kejadian ini saya yakin impact-nya akan menyudutkan seluruh musisi rock Indonesia.

Kenapa? Pertama karena dari awal sudah ada opini kuat di masyarakat kalau musik rock identik dengan kerusuhan. Dengan adanya kejadian di Bandung, opini tsb akan makin mengkristal dan saya yakin pihak-pihak keamanan dan pemerintahan yang sedari dulu sudah anti-rock akan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menindaklanjuti opini dangkal nan prematur masyarakat kita.

Kedua, ya tentu saja tidak terlepas dari tampilan audio visual musisi rock sendiri yang terlihat/terdengar memberontak. Ini Indonesia, masyarakat kita mempunya cinta nan agung kepada band pop cengeng dengan tampang pemain sinetron yang mencoba terlihat nakal. Yang berani memilih jalur rock [baik itu punk, metal dll] akan langsung divonis 'bermasalah' atau 'sok kebarat-baratan'. Dengan adanya tragedi Bandung, reputasi rock di Indo akan semakin tersudut, hanya membutuhkan satu hook kiri saja untuk menamatkan riwayatnya di Indo.

Lalu apa yang bisa kita pelajari disini? Jika mau lebih bijaksana mempelajari dan hati-hati menilai, tragedi di Bandung terjadi BUKAN karena karena kesalahan band dengan musik rock mereka. Sama hal-nya seperti kejadian yang menimpa band Ungu dan Sheila, penonton sampai meninggal bukan karena kesalahan band-band tsb dengan musik pop-nya.

Saya berani terang-terangan berpendapat ini murni kesalahan panitia [E.O] yang menjual tiket melebihi jumlah kapasitas gedung tanpa memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. UANG. That's the fuckin'problem! Para E.O serakah inilah yang menjadi pemicu utama. Makin rame makin bagus, begitu kira-kira isi kepala mereka. Saya tidak menyalahkan E.O untuk mencari profit coz that's what they do, tapi tolong, pikirkan juga konsekwensi dan kemungkinan-kemungkinan terburuknya. Jangan cuma mikirin untung. Nyawa manusia tidak ada harganya, man!

Pihak aparat keamanan juga akan sangat membantu apabila bisa bertindak lebih simpatik dan kooperatif dalam mengamankan sebuah konser. Saat konser, seringkali saya lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana aparat bertindak terlalu defensif. Penonton yang meluapkan kegembiraan dengan cara melompat-lompat atau melakukan tarian-tarian ekspresive kadang dianggap menyulut kerusuhan lalu dikasari. Tapi sebaliknya–seperti yang saya baca di sebuah tulisan seorang saksi mata kejadian di Bandung- aparat malah bertindak tidak mau tau dan malah melempar tanggung jawab saat diberi informasi kalau situasi di dalam gedung mulai tidak terkendali. Ini sangat saya sayangkan. Jika saja para aparat bisa bertindak cepat mengendalikan situasi, jumlah korban jiwa mungkin saja bisa ditekan atau malah tidak ada korban sama sekali. Jadi saya mohon sekali agar pihak aparat lebih simpatik dan bisa diajak bekerjasama dalam mengamankan konser.

Terakhir, harapan saya terutama kepada musisi/band rock di Indo, kita tidak boleh patah semangat. Teruslah berjalan di rel yang kita yakini sebagai jalan hidup kita.
Kita juga harus bisa lebih tegas terhadap para E.O untuk memastikan agar konser berjalan dengan aman. Disaat manggung, kita juga harus bisa memberi motivasi agar aparat bertindak lebih simpatik terhadap penonton. Semua pasti ada jalan keluarnya jika kita semua mau berusaha.

Dan buat teman-teman di Bandung, saya ingin mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya. Kuatkanlah hati kalian karena badai pasti berlalu, untuk kemudian tergantikan oleh badai musik rock yang tak pernah mati!
Cheers,JRX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar